Memimpin Lamanggau Tiga Periode


Rabu, 25 Feb 2009, | 696

MASIH hijau langsung diangkat menjadi pemimpin di Desa Lamanggau Kecamatan Tomia. Demikian diungkapkan Kades Lamanggau La Abukari saat berbincang-bincang dengan Radar Buton di balai desanya belum lama ini. Kala itu tahun 1990 belum lama tamat dari SMAN 3 Baubau langsung dipercayakan menjadi kepala Dusun Lamanggau.
Hingga saat pemekaran pisah dari Desa Waitii menjadi Desa Lamanggau tahun 1995 dirinya juga dipercayakan menjadi pelaksana kepala desa. Dan lewat proses demokrasi terpilih menjadi kepala desa definitif hingga dua kali berturut-turut sampai sekarang.

Iapun mengisahkan pada awalnya, dirinya menolak diangkat menjadi kepala dusun maupun kepala desa. Tapi karena tanggung jawab moral ketika ditunjuk pemerintah kecamatan diterimanya dengan ikhlas. “Saya ingin membangun desa,” kenangnya.
“Saya berpikir selama masih gabung dengan Waitii tidak pernah ada kemajuan yang berarti, saya akan coba-coba siapa tau Lamanggau bisa berubah. Saya bertekad menjadi perombak atau peletak dasar pembangunan,” lanjutnya berdiplomasi.
Ketika itu, katanya lagi, warga Desa Lamanggau sebagian besar masih berumah panggung. Bahkan sebagai desa nelayan perahu tangkap ikan baru 4 buah yang dimiliki warga, selebihnya sampan biasa.
“Fasilitas umum yang ada di desa juga saat itu baru SD dan langgar. Itupun masih berdinding jelaja,” ujarnya menerawang. Dan amatan Radar Buton sekarang, kepala desa yang dikenal gaul itu telah berhasil membangun dua buah dermaga, mendirikan balai desa, memperbesar mesjid, banyak rabat jalan, pagar penghalang ombak sepanjang 300 meter, SMP 1 atap Lamanggau, jembatan titian sepanjang 300 meter, instalasi listrik, dan pendapatan perkapita meningkat.
“Hanya air bersih yang masih kurang,” tekannya. Sekedar diketahui Desa Lamanggau sekitar tahun 2000 lalu pernah dialiri pipa air minum yang bersumber dari tee Lu’o Usuku, namun sejak 3 tahun lalu berhenti total.
Dilanjutkannya lagi, dari rumah panggung berkembang menjadi rumah batu, dan dari 267 KK yang mayoritas bekerja sebagai nelayan kini hampir semua memiliki perahu tangkap ikan bermesin.
“Caranya saya join dengan toko-toko di Baubau, saya belikan alat dan membayar cicil sama saya. Saya tidak mencari keuntungan yang besar yang penting lancar dan warga sejahtera,” ujarnya bangga.
Atas dasar itu menjadikan dirinya tenar menjadi pemimpin hingga tiga periode, satu kali kepala dusun dan 2 kali kepala desa. Informasi yang dihimpun, kepala desa yang dikenal humoris itu setiap kali mencalonkan diri selalu kandidat tunggal. “Kedepan kalau aturan masih memungkinkan, bisa jadi terpilih lagi,” ujarnya sontak tertawa.(cr4/yhd)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s