Empat Rumah Warga Ambruk Diterpa Puting Beliung


WANGI-WANGI, sultra-online

Meski hanya berkisar tujuh menit, angin putih beliung berhasil merobohkan empat rumah milik warga serta puluhan rumah lainnya mengalami kerusakan  di Kecamnatan Tomia (Jumat (17/2). Peristiwa tersebut, juga melanda Desa  sekitar pukul 15.30 Wita.  Peristiwa tersebut sontak menggegerkan warga sekitar yang berhamburan keluar. Kepala Desa (kades) Lamanggau, La Abukari, saat dihubungi via telepon (17/2) mengakui  empat rumah warganya ambruk dan puluhan rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.

“Empat rumah warga rata dengan tanah karena terangkat dengan angin puting beliung. Sedangkan sejumlah rumah warga lainnya hanya mengalami kerusakan ringan seperti rumah yang beratap daun nipan mengalamikerusakan dibagian atap namun kemungkinan besar masih bisa diperbaiki. Penghuni rumah yang ambruk itu, saat ini sedang menumpang di rumah kerabat dan keluarga dekatnya masing-masing. Mudah-mudahan instansi terkait bisa meringankan beban masyarakat yang mengalami musibah ini dengan memberikan bantuan apa adanya” , ujar La Abukari.

Sementara itu, informasi yang dihimpun, angin puting beliung bukan hanya meluluh lantahkan sejumlah rumah warga di Desa Lamanggau tetapi sejumlah rumah warga di Kelurahan Patipelong Kecamatan Tomia Timur juga tertimpa. Namun, tidak diketahui pasti
berapa rumah yang rusak.

“Saya tidak mengetahui secara pasti berapa rumah warga yang rusak karena sampai sekarang kita tidak bisa keluar rumah akibat guyuran hujan deras,” ungkap Ketua LPM Kelurahan Patipelong dari balik telepon celulernya saat dihubungi koran ini.

Kadis Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs Muh Mansyur Putu M.Si, saat dikonfirmasi terkait musibah yang menimpa warga Desa Lamanggau tersebut mengatakan belum mendapat laporan baik itu dari stafnya atau dari pemerintah Desa Lamanggau atau Pemerintah Kecamatan
Tomia.

“Jika sudah ada laporan khususnya dari pemerintah desa atau kecamatan, maka Dinas Sosial dan Nakertrans akan turun ke lokasi guna memastikannya. Sehingga biar diketahui apa saja yang dibutuhkan warga utamanya bagi yang mengalami bencana. Tapi yang jelasnya sampai saat ini belum ada laporan baik itu dari pemerintah kecamatan maupun dari desa setempat,” pungkasnya. (m8)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s